Membangun Ke-Indonesia-an

Sumatera Barat

Nasi Kapau nan unik lagi lezat

Posted by on Apr 19, 2014

Indonesia, tanah air kita tercinta kaya akan budaya. Setiap daerah di nusantara ini memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Masing-masing daerah memiliki corak dan ragam budaya yang sangat luar biasa. Kekayaan budaya indonesia yang luar biasa ini takkan ada tandingannya. Kita sebagai bangsa indonesia, yang lahir, tumbuh dan hidup di tanah air ini sungguh merasa bangga akan hal itu. Ragam budaya antar daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Beragam produk budaya seperti tarian, musik, produk sandang dan kerajinan, rumah adat, bahkan hingga kulinernya. Setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas rasa masakannya. Sumatera Barat, Ranahnya orang Minangkabau, sudah sangat terkenal akan kelezatan masakannya. Seantero nusantara bahkan dunia sudah mengakuinya. Jadi, kita sudah selayaknya bangga dengan masakan yang satu ini yang lebih popular dengan sebutan masakan padang. Jika kita bicara mengenai masakan padang, ternyata masakan padang juga memiliki corak tersendiri. Setiap daerah di sumatera barat memiliki ciri khas tersendiri dalam meracik masakannya sehingga terkadang rasanya sedikit berbeda dengan masakan padang lainnya. Walaupun sama-sama masakan minang (atau yang lebih populer dengan sebutan masakan padang), namun orang padang, orang bukittinggi dan juga orang payakumbuh memiliki cara tersendiri dalam memasak masakan minang. Salah satunya adalah nasi kapau. Nasi...

Read More

Jawa Tengah

SEJARAH ASAL USUL WAYANG

Posted by on Apr 21, 2014

Asal-usul dan perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang akrab dengan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang, karena memang wayang itu merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil sebagai seni budaya tradisional, dan merupakan puncak budaya daerah. Menelusuri asal-usul wayang secara ilmiah memang bukan hal yang mudah. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini banyak para cendikiawan dan budayawan berusaha meneliti dan menulis tentang wayang. Ada persamaan, namun tidak sedikit yang saling-silang pendapat. Hazeu berbeda pendapat dengan Rassers begitu pula pandangan dari pakar Indonesia seperti K.p.a. Kusumadilaga, Ranggawarsita, Suroto, Sri Mulyono dan lain-lain. Pegelaran Wayang Kulit Jadul Namun semua cendikiawan tersebut jelas membahas wayang Indonesia dan menyatakan bahwa wayang itu sudah ada dan berkembang sejak zaman kuna, sekitar tahun 1500 SM, jauh sebelum agama dan budaya dari luar masuk ke Indonesia. Jadi, wayang dalam bentuknya yang masih sederhana adalah asli Indonesia, yang dalam proses perkembangan setelah berseniuhan dengan unsur-unsur lain, terus berkembang maju sehingga menjadi ujud dan isinya seperti sekarang ini. Sudah pasti perkembangan itu tidak...

Read More

Papua

Tifa alat musik dari Papua

Posted by on Apr 21, 2014

Bicara mengenai alat musik orang Papua pasti banyak yang tahu atau mendengar alat musik Tifa. Tifa ini mempunyai nama yang berbeda-beda sesuai dengan bahasa setiap suku yang berada di tanah Papua dan sejarahnya pun berhubungan dengan mite yang hidup tentang suku marga itu. Sebagai contoh, di Kabupaten Jayapura ada mite yang menjelaskan tifa berasal dari langit, ada yang berpendapat dari dalam perut bumi, sedangkan di kabupaten Biak berasal dari hewan yang menjelma menjadi tifa. Tifa adalah simbol perdamaian bagi masyarakat Papua tempo dulu. Bilamana terjadi perang di antara suku-suku di Papua, para tetua adat lantas membunyikan tifa untuk memanggil wakil dari kedua pihak untuk berdamai. Namun kini, tifa tak lagi digunakan bagi suatu perdamaian. Tapi lebih digunakan dalam rituil adat, seperti pesta adat, perkawinan, menyambut tamu-tamu penting dan lain-lain. Salah satu cerita tentang asal mula tifa dari kebupaten Biak. Konon di suatu tempat di Biak ada dua orang laki-laki bersaudara yang bernama Fraimun dan Sarenbeyar, masing-masing memiliki arti yaitu saren : busur dan beyar : tali busur, jadi sarenbeyar berarti saren / busur yang telah terpasang anak panahnya, fraimun artinya perangkat perang yang gagangnya dapat membunuh (karena dia pernah membunuh). Kedua kakak beradik ini...

Read More

Sumatera Barat

Nasi Kapau nan unik lagi lezat

Posted by on Apr 19, 2014

Indonesia, tanah air kita tercinta kaya akan budaya. Setiap daerah di nusantara ini memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Masing-masing daerah memiliki corak dan ragam budaya yang sangat luar biasa. Kekayaan budaya indonesia yang luar biasa ini takkan ada tandingannya. Kita sebagai bangsa indonesia, yang lahir, tumbuh dan hidup di tanah air ini sungguh merasa bangga akan hal itu. Ragam budaya antar daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Beragam produk budaya seperti tarian, musik, produk sandang dan kerajinan, rumah adat, bahkan hingga kulinernya. Setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas rasa masakannya. Sumatera Barat, Ranahnya orang Minangkabau, sudah sangat terkenal akan kelezatan masakannya. Seantero nusantara bahkan dunia sudah mengakuinya. Jadi, kita sudah selayaknya bangga dengan masakan yang satu ini yang lebih popular dengan sebutan masakan padang. Jika kita bicara mengenai masakan padang, ternyata masakan padang juga memiliki corak tersendiri. Setiap daerah di sumatera barat memiliki ciri khas tersendiri dalam meracik masakannya sehingga terkadang rasanya sedikit berbeda dengan masakan padang lainnya. Walaupun sama-sama masakan minang (atau yang lebih populer dengan sebutan masakan padang), namun orang padang, orang bukittinggi dan juga orang payakumbuh memiliki cara tersendiri dalam memasak masakan minang. Salah satunya adalah nasi kapau. Nasi...

Read More

Recent Posts

Apa saja kesenian jawa barat?

Apa saja kesenian jawa barat?

Nov 20, 2014

Jawa barat juga dikenal dengan daerah di Indonesia yang memiliki banyak sekali kesenian tradisinonalnya. Bahkan ada beberapa yang sampai merambah ke dunia Internasional, salah satu contohnya adalah angklung yang telah dipertontonkan di beberapa negara. Apa saja kesenia dari jawa barat, mari simak 8 kesenian tradisinal dari Jawa Barat : 1. ANGKLUNG Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambukhusus yangditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awalpenggunaannyaangklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional  2. DEGUNG Sebuah kesenian sunda yang biasanya dimainkan pada acarahajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Baratyaitu,Gendang, Goong, Kempul, Saron, Bonang, Kacapi, Suling, Rebab, dansebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di JawaBarat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatanyang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakansebagai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Baratlainnya. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya 3. Kuda renggong Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran yangterdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannyayaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke ataspunggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atauSatria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa danpakai kain serta selop 4. Kecapi Suling Suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainanalat musik tradisional yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi(kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh Mamaos (tembang)Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda, yang padaumumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan,yang dalam bahasa sunda disebut Sinden. Kacapi suling ini biasanya digunakanuntuk mengiringi nyanyian sunda.  5. Rengkong Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhurmasyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur danorangyang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentukkesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika menanampadisampai dengan menemuinya. 6. Tanah Sunda (Priangan) jaipong Dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik,Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaiponganatau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah modern karenamerupakan modifikasi atau pengembangan...

Tifa alat musik dari Papua

Tifa alat musik dari Papua

Apr 21, 2014

Bicara mengenai alat musik orang Papua pasti banyak yang tahu atau mendengar alat musik Tifa. Tifa ini mempunyai nama yang berbeda-beda sesuai dengan bahasa setiap suku yang berada di tanah Papua dan sejarahnya pun berhubungan dengan mite yang hidup tentang suku marga itu. Sebagai contoh, di Kabupaten Jayapura ada mite yang menjelaskan tifa berasal dari langit, ada yang berpendapat dari dalam perut bumi, sedangkan di kabupaten Biak berasal dari hewan yang menjelma menjadi tifa. Tifa adalah simbol perdamaian bagi masyarakat Papua tempo dulu. Bilamana terjadi perang di antara suku-suku di Papua, para tetua adat lantas membunyikan tifa untuk memanggil wakil dari kedua pihak untuk berdamai. Namun kini, tifa tak lagi digunakan bagi suatu perdamaian. Tapi lebih digunakan dalam rituil adat, seperti pesta adat, perkawinan, menyambut tamu-tamu penting dan lain-lain. Salah satu cerita tentang asal mula tifa dari kebupaten Biak. Konon di suatu tempat di Biak ada dua orang laki-laki bersaudara yang bernama Fraimun dan Sarenbeyar, masing-masing memiliki arti yaitu saren : busur dan beyar : tali busur, jadi sarenbeyar berarti saren / busur yang telah terpasang anak panahnya, fraimun artinya perangkat perang yang gagangnya dapat membunuh (karena dia pernah membunuh). Kedua kakak beradik ini pergi dari daerah tempat tinggal mereka yang bernama Maryendi dan berpetualang hingga sampai di daerah Biak Utara yang disebut Wampamber, karena mereka melihat bahwa kampung mereka Maryendi ini telah tenggelam. Keduanya lalu tinggal menetap di  Wampamber, hingga suatu malam mereka berdua pergi berburu ke dalam hutan dan mendengar suara yang ternyata berasal dari sebuah pohon yang disebut pohon opsur, yang artinya pohon atau kayu yang mengeluarkan suara. Mereka lalu pulang ke rumah malam itu dan keesokan paginya kembali ke tempat yang sama di dalam hutan hendak melihat lagi pohonopsur tersebut. Ternyata pada pohon opsur itu terdapat juga lebah madu hutan dan sarangnya serta soa-soa / biawak (lizard) yang hidup disitu. Keduanya lalu menebang pohon itu dan membuat batang kayu seukuran  ± 50 cm panjangnya. Rupanya mereka berdua memiliki keahlian khusus untuk mengerjakan kayu yang ditebang itu menjadi sebuah benda yang disebut tifa (alat musik pukul atau ditabuh). Keduanya tidak memiliki peralatan yang cukup lengkap, hanya peralatan sederhana seperti nibong(sebatang besi panjang ± 1 m, bagian ujungnya tajam) untuk mengeruk atau menggali bagian tengah dari batang kayu tersebut sehingga terbentuk lubang sepanjang kayu itu membentuk seperti pipa. Selain dikeruk dengan nibong, proses pelubangan dilakukan selang-seling sambil...

SEJARAH ASAL USUL WAYANG

SEJARAH ASAL USUL WAYANG

Apr 21, 2014

Asal-usul dan perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang akrab dengan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang, karena memang wayang itu merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil sebagai seni budaya tradisional, dan merupakan puncak budaya daerah. Menelusuri asal-usul wayang secara ilmiah memang bukan hal yang mudah. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini banyak para cendikiawan dan budayawan berusaha meneliti dan menulis tentang wayang. Ada persamaan, namun tidak sedikit yang saling-silang pendapat. Hazeu berbeda pendapat dengan Rassers begitu pula pandangan dari pakar Indonesia seperti K.p.a. Kusumadilaga, Ranggawarsita, Suroto, Sri Mulyono dan lain-lain. Pegelaran Wayang Kulit Jadul Namun semua cendikiawan tersebut jelas membahas wayang Indonesia dan menyatakan bahwa wayang itu sudah ada dan berkembang sejak zaman kuna, sekitar tahun 1500 SM, jauh sebelum agama dan budaya dari luar masuk ke Indonesia. Jadi, wayang dalam bentuknya yang masih sederhana adalah asli Indonesia, yang dalam proses perkembangan setelah berseniuhan dengan unsur-unsur lain, terus berkembang maju sehingga menjadi ujud dan isinya seperti sekarang ini. Sudah pasti perkembangan itu tidak akan berhenti, melainkan akan berlanjut di masa-masa mendatang. Wayang yang kita lihat sekarang ini berbeda dengan wayang pada masa lalu, begitu pula wayang di masa depan akan berubah sesuai zamannya. Tidak ada sesuatu seni budaya yang mandeg. Seni budaya akan selalu berubah dan berkembang, namun perubahan seni budaya wayang ini tidak berpengaruh terhadap jati dirinya, karena wayang telah memiliki landasan yang kokoh. Landasan utamanya adalah sifat “hamot, hamong, hamemangkat yang menyebabkannya memiliki daya tahan dan daya kembang wayang sepanjang zaman. Pegelaran Wayang Kulit Modern Hamot adalah keterbukaan untuk menerima pengaruh dan masukan dari dalam dan luar; Hamong adalah kemampuan untuk menyaring unsur-unsur baru itu sesuai nilai-nilai wayang yang ada, untuk selanjutnya diangkat menjadi nilai-nilai yang cocok dengan wayang sebagai bekal untuk bergerak maju sesuai perkembangan masyarakat. Hamemangkat atau memangkat sesuatu nilai menjadi nilai baru. Dan, ini jelas tidak mudah. Harus melalui proses panjang yang dicerna dengan cermat. Wayang dan seni pedalangan sudah membuktikan kemampuan itu, berawal dari zaman kuna, zaman Hindu, masuknya agama Islam, zaman penjajahan hingga zaman merdeka, dan pada masa pembangunan nasional dewasa ini. Kehidupan global juga merupakan tantangan dan sudah...

Nasi Kapau nan unik lagi lezat

Nasi Kapau nan unik lagi lezat

Apr 19, 2014

Indonesia, tanah air kita tercinta kaya akan budaya. Setiap daerah di nusantara ini memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Masing-masing daerah memiliki corak dan ragam budaya yang sangat luar biasa. Kekayaan budaya indonesia yang luar biasa ini takkan ada tandingannya. Kita sebagai bangsa indonesia, yang lahir, tumbuh dan hidup di tanah air ini sungguh merasa bangga akan hal itu. Ragam budaya antar daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Beragam produk budaya seperti tarian, musik, produk sandang dan kerajinan, rumah adat, bahkan hingga kulinernya. Setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas rasa masakannya. Sumatera Barat, Ranahnya orang Minangkabau, sudah sangat terkenal akan kelezatan masakannya. Seantero nusantara bahkan dunia sudah mengakuinya. Jadi, kita sudah selayaknya bangga dengan masakan yang satu ini yang lebih popular dengan sebutan masakan padang. Jika kita bicara mengenai masakan padang, ternyata masakan padang juga memiliki corak tersendiri. Setiap daerah di sumatera barat memiliki ciri khas tersendiri dalam meracik masakannya sehingga terkadang rasanya sedikit berbeda dengan masakan padang lainnya. Walaupun sama-sama masakan minang (atau yang lebih populer dengan sebutan masakan padang), namun orang padang, orang bukittinggi dan juga orang payakumbuh memiliki cara tersendiri dalam memasak masakan minang. Salah satunya adalah nasi kapau. Nasi Kapau adalah nasi ramas khas nagari Kapau, Sumatera Barat, terdiri dari nasi, sambal, dan lauk pauk khas Kapau, dan beragam gulai. Nasi kapau adalah corak masakan padang yang memiliki karakteristik tersendri. Jika dilihat sepintas lalu mungkin tak ada bedanya dengan masakan padang pada umunya. Namun sebenarnya nasi kapau bisa dibilang berbeda dengan masakan padang. Kita tidak akan mudah membedakan dimana perbedaannya. Tidak semudah membedakan antara sate padang dengan sate Madura. Kita takkan bisa menyebutkan perbedaannya jika kita belum pernah mencicipi nasi kapau. Pengalaman perdana saya mecicipi nasi kapau belum lama ini. Walaupun saya sebenarnya orang minang tapi seumur-umur saya mencicipi nasi kapau barulah ketika saya sudah berkepala dua atau remaja. Kenapa bisa begitu? Di tempat saya di Payakumbuh, hanya sedikit yang menjual nasi kapau. Selain itu mama juga tak pernah mengajak saya makan nasi kapau. Saya baru bisa makan nasi kapau saat saya dan teman-teman main ke bukittinggi. Jarak antara Payakumbuh dan Bukittinggi tidaklah jauh. Kami kesana dengan mengendarai sepeda motor saja. Sebenarnya niat kami diawal hanya untuk jalan-jalan dan mencari souvenir sebagai oleh-oleh untuk teman-teman kuliah saya di Jogja. Ternyata pas jam makan siang, karena kami sudah merasa...